1.
CHESTER BENINGTONChester Bennington adalah vokalis dari grup musik Linkin Park. Sebelumnya, Chester tergabung ke dalam band “Grey Daze”.
Chester mempunyai satu proyek sampingan bernama “Snow White Tan” yang kemudian disebut Chester sebagai “Dead By Sunrise”.
Masa kecilChester dilahirkan di Phoenix, Arizona. Ia tertarik di bidang musik, dan inspirasinya adalah Depeche Mode dan Stone Temple Pilots. Orang tuanya bercerai di akhir 1980an, ketika Chester masih kecil. Akhirnya, Chester berusaha bangkit dengan menggunakan kokain. Chester akhirnya berhasil mengatasi kecanduan narkobanya. Ia bekerja di restoran Burger King sebelum memulai karir sebagai musisi profesional.
KarirAwal karir di Linkin Park
Mulanya, band Xero kesulitan mencari vokalis baru setelah vokalis sebelumnya, Mark Wakefield keluar dari band lalu menjadi manajer Taproot. Mereka mendengar tentang Chester, yang berasal dari Arizona, AS. Xero langsung mengirimkan sebuah kaset kosong dan meminta Chester untuk merekam suaranya di kaset itu. Chester langsung merekamnya dan mengirimkannya kembali kepada Xero. Band itu terkesan lalu merekrut Chester ke dalam band. Setelah ini, Chester mengganti nama band Xero menjadi Hybrid Theory.
Dead By Sunrise
Pada tahun 2004 – 2005, beberapa anggota Linkin Park memiliki side project. Chester tidak ketinggalan. Ia lalu membentuk sebuah band yang bernama “Snow White Tan”. Namun, Chester sendiri merubah namanya menjadi “Dead By Sunrise”.
Kehidupan pribadiChester menikah dengan istri pertamanya, Samantha, pada 31 Oktober 1996. Mereka mempunyai satu anak, namanya Draven Sebastian, lahir pada 19 April 2002. Setelah bercerai dengan Samantha, Chester menikahi Talinda Bentley, mantan model majalah Playboy.
Peran Chester di Linkin Park• Sebagai vokalis.
• Dalam lagu “Somewhere I Belong”, Chester memainkan gitar akustik.
• Mengubah nama bandnya, dari “Xero”, lalu “Hybrid Theory”, “Lincoln Park”, dan yang terakhir nama band Chester menjadi “Linkin Park”.
Lagu independen
Solo
• “Let Down” – Ditulis oleh Chester sendiri untuk proyek solonya (dirilis tahun 2007-2008)
• “Walking In Circles” – dalam album solonya (dirilis tahun 2007-2008)
• “Morning After” – Ditulis oleh Chester sendiri (dirilis tahun 2003)
Kolaborasi• “Slow Ya Roll” – Young Buck (dalam album Buck the World yang dirilis 27 Maret 2007)
• “Home Sweet Home” – Mötley Crüe dalam ReAct Now (dirilis tahun 2005)
• “State of the Art” – DJ Lethal dari Limp Bizkit (dirilis tahun 2004)
• “Karma Killer” – Cyclefly (dirilis tahun 2002)
• “System” – ditulis oleh Jonathan Davis dari Korn (dirilis tahun 2002)
• “Walking Dead” – DJ Z-Trip (dirilis tahun 2005)
• “Rock ‘N’ Roll (Could Never Hip-Hop Like This) Part 2″ – Handsome Boy Modeling School (dirilis tahun 2004)
• “Technical Difficulties” – Julien-K
2.
Rob BourdonRobert Gregory Bourdon (lahir 20 Januari 1979) adalah drummer grup musik nu metal Linkin Park. Ia menganut kepercayaan Yahudi. Ia mulai mengenal drum di usia 10 tahun. Ia memegang posisi drummer di Linkin Park. Rob, Mike Shinoda, dan Brad Delson menempuh pendidikan menengah atas di sekolah yang sama. Bersama Mike dan Brad, ia memulai karirnya sebagai musisi. Saat itu, Linkin Park belum terbentuk dengan sempurna hingga akhirnya Mike merekrut Joe Hahn, serta bergabungnya Chester Bennington pada band ini. Menurutnya,ketukan drum yang sulit ia mainkan, ialah ketukan drum pada lagu Easier to Run yang ada di album Meteora. Rob memainkannya dengan berbeda.
3.
Brad DelsonBrad Delson adalah gitaris band beraliran nu metal, Linkin Park. Brad juga dikenal sebagai “Big Bad Brad” (BBB). Dalam album Hybrid Theory, Brad juga merangkap sebagai bassis karena waktu itu, Dave Farrell (Phoenix) belum bergabung dengan Linkin Park.
4.
Dave FarrellDavid Michael Farrell, atau lebih dikenal sebagai Dave Farrell atau Phoenix (lahir tanggal 18 Februari 1977 di Plymouth, Massachusetts) adalah bassis dari band beraliran nu metal, Linkin Park. Julukan “Phoenix” didapat dari tato Phoenix di kedua lengannya.
5.
Mike ShinodaMichael Kenji Shinoda, atau lebih dikenal sebagai Mike Shinoda atau Mike (lahir tanggal 11 Februari 1977 di Agoura, California) adalah seorang pentolan grup musik rock Amerika, Linkin Park. Di Linkin Park, Mike berperan sebagai emcee (rapper), kadang kibordis dan kadang gitaris.
Ayah Mike Shinoda seorang keturunan Jepang, dan ibunya berdarah Amerika Asli (Indian)—bukan keturunan Rusia seperti disebutkan di beberapa media. Mike mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Jason.
Perkenalan dengan musikMike Shinoda menghabiskan masa kecilnya di Agoura. Perkenalan pertamanya dengan musik yaitu lewat musik klasik. Mike belajar piano klasik selama 10 tahun. Karena bosan, kemudian dia beralih ke Jazz. Setelah dari jazz, Mike beralih ke hip-hop. Perkenalannya dengan hip-hop yaitu melalui teman-temannya. Setelah menonton konser Anthrax dan Public Enemy, Mike memutuskan dirinya untuk hidup sebagai musisi. Kemudian dia belajar rapping dan membuat lirik lagu saat umur 14 tahun.
Peran Mike dalam Linkin Park• Mike sangat berperan dalam unsur hip-hop Linkin Park. Mike menulis lirik lagu bersama Chester, dan juga sebagai kibordis dan gitaris. Mike juga mengarahkan teman-temannya, dan dapat menyatukan sesama anggota Linkin Park, sehingga disebut ‘The Glue’.
• Mike mendisain cover album Linkin Park yang pertama, Hybrid Theory.
• Mike memproduseri semua album, kecuali Hybrid Theory dan Meteora. Album-album yang diproduseri Mike yaitu, Reanimation, Linkin Park Live In Texas, dan Collision Course, yaitu kolaborasi antara Linkin Park dengan Jay Z. Sedangkan, Hybrid Theory dan Meteora diproduseri oleh Don Gilmore.
• Mike sering mengurusi website Linkin Park dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari fans.
• Mike salah satu yang mempelopori Projekt Revolution (tur bersama Static X, dll di Amerika Serikat) dan juga Collision Course.
Fakta-Fakta Lain Mengenai Mike Shinoda• Mike ahli dalam ilustrasi tapi belajar banyak disain grafik.
• Mike mempunyai istri bernama Anna Lovejoy.
• Mike harus mengerjakan tugas akhirnya di Pasadena Art College dalam minggu yang sama dengan waktu Linkin Park musti melakukan pertunjukan untuk 6 label rekaman.
• Mike mendapat pekerjaan sebagai disainer grafik setelah lulus dari universitas.
• Pertama kali Mike mendengar ‘One Step Closer’ di radio yaitu ketika di Arizona.
• Mike mendisain logo untuk album Styles Of Beyond, 2000 Fold CD.
• Mike menggunakan gitar Paul Reed Smith CE-22.
• Mike fans berat Dido. Mike juga memfavoritkan segudang penyanyi wanita seperti, Kittie, Madonna, dan Sneaker.
• Mike sering membantu Brad Delson dalam mengadakan makan malam bagi para gelandangan setiap natal.
• Mike juga mengerjakan beats dan sample untuk Linkin Park
Fort MinorKetika Linkin Park sedang vakum, Mike memutuskan untuk membuat solo projek hip-hopnya bernama Fort Minor. Fort bermakna kuat, sedangkan minor bermakna lemah, mengutip dari Mike, “Minor dalam musik biasanya lebih ‘gelap’ daripada kunci mayor”. Di solo projek ini, Mike tidak sendirian. Dia ditemani Styles of Beyond, yaitu Ryu, Tak, dan DJ Cheapshot. Fort Minor lalu merilis album pertama mereka yaitu The Rising Tied. Banyak artis yang mereka undang dalam album ini, seperti Holly Brook dan Jonah Matranga dalam singel “Where’d You Go?”, Black Thought dalam “Right Now”, Common dalam “Back Home”, dan dengan John Legend dalam “High Road”. Album ini diproduseri oleh Jay Z. “Believe Me” menceritakan sebuah persahabatan yang hancur dengan bebunyian perkusi Latin oleh Bobo. Mike menyimpulkan kesuksesan ala formulanya sendiri dalam “Remember The Name” dengan ungkapan ‘10 persen keberuntungan, 20 persen keahlian, 15 persen konsentrasi dan kekuatan dari keinginan, 5 persen kesenangan, 50 persen beban, dan 100 persen alasan untuk mengingat namanya.’ Lagu “Right Now” diadaptasi dari film Short Cuts oleh Robert Altman. Mike menulis lagu “Where’d You Go?” yang terinspirasi dari istrinya yang sering ia tinggalkan karena pekerjaannya. Mike berkata, setiap kali istrinya mendengar lagu itu, ia selalu menangis. Setelah mengunjungi Museum Nasional Jepang-Amerika Serikat, Mike lalu menulis lagu ‘Kenji’ yang bercerita tentang keluarganya ketika Perang Dunia II, yang diasingkan ke sebuah tempat karena mereka adalah orang Jepang.
Jiwa sosialMike juga sering mengikuti bakti sosial atau amal. Dia memberikan beasiswa bagi murid di sekolahnya terdahulu. Mike juga mengikuti organisasi sosial, seperti United Way, AIDS Project L.A., Densho, Japanese American National Museum, Arthritis Foundation, dan Make-A-Wish Foundation. Tahun 2004, Mike mendirikan organisasi untuk membangun kembali Asia Tenggara karena tsunami, bernama Musis For Relief, Linkin Park mengadakan konser di Los Angeles yang langsung terjual habis untuk korban tsunami, dan menghasilkan lebih dari 2 juta dolar Amerika.